Jangan Sampai Salah Fase, Karena Nutrisi Menentukan Hasil Ternak
Dalam dunia peternakan modern, pakan bukan hanya soal jumlah, tetapi juga harus disesuaikan dengan fase pertumbuhan ternak. Itulah sebabnya dikenal istilah starter, grower, dan finisher.
Setiap fase memiliki kebutuhan nutrisi yang berbeda. Jika pemberian pakan tidak sesuai fase, pertumbuhan bisa tidak optimal, konversi pakan menjadi boros, hingga masa panen menjadi lebih lama.
Lalu, apa sebenarnya perbedaan ketiganya?
1. Apa Itu Pakan Starter?
Pakan starter adalah pakan yang diberikan pada fase awal kehidupan ternak, saat sistem pencernaan, tulang, otot, dan organ tubuh sedang berkembang sangat cepat.
Ini adalah fase paling krusial karena menentukan fondasi pertumbuhan ternak ke depannya.
Tujuan utama pakan starter:
- Memacu pertumbuhan awal
- Membentuk organ tubuh
- Menguatkan tulang dan otot
- Meningkatkan daya tahan tubuh
- Mengurangi risiko kematian di fase awal
Ciri pakan starter:
- Protein lebih tinggi
- Energi tinggi
- Mudah dicerna
- Partikel lebih halus
- Vitamin dan mineral lebih lengkap
Kisaran protein (umum):
- Ayam broiler: ± 21–23%
- Layer/pullet: ± 18–21%
- Kambing/sapi (starter concentrate): disesuaikan formulasi
Contoh usia starter:
- Ayam broiler: 0–14 hari
- Ayam kampung: 0–21 hari
- Ternak ruminansia muda: fase awal sapih
Jika fase starter kurang optimal:
❌ Pertumbuhan lambat
❌ Bobot awal tertinggal
❌ Daya tahan tubuh lemah
❌ FCR bisa menjadi buruk
2. Apa Fungsi Pakan Grower?
Pakan grower diberikan setelah fase starter, ketika ternak mulai memasuki masa pertumbuhan tubuh yang lebih stabil.
Di fase ini fokus utama bukan lagi pembentukan organ, tetapi pembesaran massa tubuh, otot, dan efisiensi pertumbuhan.
Fungsi pakan grower:
- Menambah bobot badan
- Membentuk massa otot
- Menjaga pertumbuhan tetap stabil
- Mengoptimalkan konversi pakan
- Menjaga kesehatan selama fase pembesaran
Ciri pakan grower:
- Protein sedikit lebih rendah dari starter
- Energi tetap tinggi
- Nutrisi lebih seimbang
- Serat mulai disesuaikan
Kisaran protein (umum):
- Ayam broiler: ± 19–21%
- Layer grower: ± 15–17%
Contoh usia grower:
- Ayam broiler: 15–28 hari
- Layer: 6–14 minggu
Jika fase grower tidak optimal:
❌ Pertambahan bobot lambat
❌ Masa pemeliharaan lebih panjang
❌ Biaya pakan membengkak
3. Apa Fungsi Pakan Finisher?
Pakan finisher adalah pakan fase akhir sebelum panen atau sebelum masuk fase produksi.
Fokus utamanya adalah memaksimalkan bobot akhir, kualitas daging, efisiensi biaya, dan kesiapan panen.
Fungsi pakan finisher:
- Memaksimalkan bobot panen
- Menyempurnakan pembentukan daging
- Menjaga efisiensi pakan
- Menekan biaya produksi
- Menjaga performa akhir ternak
Ciri pakan finisher:
- Protein lebih rendah dibanding starter
- Energi tetap tinggi
- Formulasi lebih ekonomis
- Fokus pada finishing body condition
Kisaran protein (umum):
- Ayam broiler: ± 17–19%
Contoh usia finisher:
- Ayam broiler: 29 hari hingga panen
Jika fase finisher tidak tepat:
❌ Bobot panen kurang maksimal
❌ Margin keuntungan turun
❌ FCR kurang efisien
4. Kapan Pergantian Pakan Harus Dilakukan?
Pergantian pakan harus mengikuti:
- Umur ternak
- Berat badan
- Target produksi
- Kondisi kesehatan
- Jenis ternak
Contoh transisi ayam broiler:
FaseUsia
Starter0–14 hari
Grower15–28 hari
Finisher29 hari–panen
Tips pergantian pakan:
Jangan mengganti pakan secara mendadak.
Lakukan transisi selama 2–3 hari:
- Hari 1 → 75% pakan lama + 25% pakan baru
- Hari 2 → 50% + 50%
- Hari 3 → 25% + 75%
- Hari 4 → 100% pakan baru
Ini membantu ternak beradaptasi dan mencegah gangguan pencernaan.
Kesalahan yang Sering Terjadi
Banyak peternak masih melakukan kesalahan seperti:
❌ Starter diberikan terlalu lama → biaya tinggi
❌ Finisher diberikan terlalu cepat → pertumbuhan kurang maksimal
❌ Pergantian mendadak → nafsu makan turun
❌ Tidak menyesuaikan target bobot
Kesimpulan
Pakan starter, grower, dan finisher memiliki fungsi yang berbeda sesuai fase pertumbuhan ternak.
- Starter → membangun fondasi pertumbuhan
- Grower → mempercepat pembesaran tubuh
- Finisher → memaksimalkan hasil panen
Pemilihan pakan yang tepat di setiap fase akan membantu ternak tumbuh lebih sehat, efisien, dan menghasilkan keuntungan yang lebih maksimal.